Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Mahasiswi STIS = Calon Working Mom



Well, saat tulisan ini di buat umurku sekarang adaah 18 tahun lebih sebulan. Nggak tahu apakah akan terlalu cepat buat mikirin hal ini atau malah hal yang seperti ini adalah wajar. Yah, kupikir kedewasaan itu suatu proses, dan meski terkadang aku masih memiliki sifat childish itu dan kadang sedikit frontal, setiap wanita pasti akan mengalami peran ganda ini.
Akan seperti bagaimanakah kita nanti? Jika masih diberi kehidupan panjang, akankah kita menjadi seorang ibu yang baik? Ntah kenapa kalau membayangkan nanti aku akan menjadi seorang ibu, aku jadi keinget ibu di rumah. Dan aku merasa amat sangat beruntung memilikinya yang sabar menghadapiku.
Yepp, menjadi seorang ibu sekaligus istri sekaligus working mom. Wow! Membaca kalimatnya saja itu sudah Subhanallah banget ya. Oke, aku akan menyikapi dari segi peran working mom nya aja, karena topik ini cukup umum apalagi di jaman seperti sekarang.

Minggu, 22 Juli 2012

Gambarku dan Lope-Lope


 Aku suka banget ngegambar. Satu-satunya hal yang aku lakuin di kelas pas boring dengerin matkul yang super-duper bikin bete adaah ngegambar. Aku paling suka ngegambar potongan badan. Eittss, bukan gambar mutilasi anggota badan ya, bedakan itu. Yang paling sering kugambar adalah face seseoarang. Ya, seseorang khayalan. Nggak ada di dunia nyata.

Aku tuh paling nggak isa ngegambar face cowok. Ntah kenapa, dari duluu. Tiap ngegambar face cowok, ntar tuh jadinya pasti gambar face cewek tomboi dengan rambur pendek -_-. Selain ngegambar face seseorang, aku paling suka menggambr pose tangan. Dari tangan memakai cincin, tangan menggenggam, tangan melambai, dan dua tangan yang terpisah. Hasilnya? Not bad kok. *pede*

Berdasarkan jawaban dari seorang teman, gambaranku lumayan lah ya, nggak jelek2 amat kok. Pengen sih, kapan-kapan gitu di-publish di blog, biar rada ada gambarnya, gak tulisan doang. Tapi masalahnya aku selama ini ngegambarnya di kertas binder, jadi gambarnya tuh ada garis-garis kertasnyaa. TT_TT

Sabtu, 14 Juli 2012

Kesetian



Rasanya bosen banget , tiap mau refreshing pikiran dengan nge-online di jejaring sosial, banyak bermunculan status-status temen yang pada alay. Iya sih, aku ini rada alay, tapi alay ku ini beda sama mereka. Pokoknya beda banget. Mereka itu alay nya sering pasang status tentang percintaan gak jelas, yang pasangannya selingkuh lah, yang gak bisa move on dari mantan lah, yang gebetannya gak nembak-nembak lah. Hasyah! Ribet banget sih jadi orang. -___-

Mereka itu kayak pengemis cinta gitu loh. Okelah, plis ya. Cinta itu mudah, kenapa harus dibikin susah? Sesungguhnya kita loh yang bikin semuanya jadi susah. Ada yang ngomel-ngomel gak setialah. Udahlaah, kalo udah gak setia lo mau ngapain lagi? Mau sok setia dengan nunggu dia "nyadar" bahwa lo satu-satunya orang yang ngerti dia, terus dia balik sama lo lagi? Plis man, lo hidup di jaman apaan sih? #bayangin manusia modern dengan gaya tarzan *PEACE

Sabtu, 12 November 2011

Tell Me How to be A Real Teenager

Remaja itu seperti lentera..


Aku hanyalah sebuah lentera yang berusaha menerangimu dengan cahayaku yang hanya seberkas saja. Aku pun bisa mati tertiup angin, bisa jatuh dan pecah, lalu mati. Dan setelah itu? Siapa yang akan menerangimu? Aku bukanlah matahari yang bisa menyambutmu kala pagi. Aku hanya kamu butuhkan saat matahari pergi, ketika sinar sang bulan tak lagi bertengger di langit yang gelap.
Lentera, sama artinya dengan remaja. Masih kecil, kadang redup dan bersinar. Kadang hidup dan mati. Kadang hanya dibutuhkan di saat tertentu saja. Karena banyak yang beranggapan kita kurang berguna. Kita memang belum bisa menyaingi matahari. Tapi, tak tahukah mereka? Justru lentera kecil inilah yang