Masa
Lalu yang Datang Kembali--Part III(habis)
Aku
tak menyangka. Keget. Syok malah. Sepertinya aku salah orang. Apa aku permisi
lalu pulang atau….
“Kakak sedang menunggu seseorang,
yang beberapa hari lalu mendapat kiriman surat yang menyuruhnya pergi ke tempat
ini” kata kak Rama sambil menatap langit sore dengan samar-samar. Aku pun
terguncang.
“Maksud kakak surat ini?” aku pun
menunjukkan surat itu. Rasa kaget di dadaku belum juga usai.
“Emm, mari ikut aku!”
“Ke mana kak? Mana dia? Kenapa yang
datang malah kakak?” tanyaku penasaran. Aku pun merasakan keanehan sedang
terjadi.
“Dia siapa?”, sepertinya dia
kebingungan dengan pertanyaanku.
“Pengirim surat ini…” ucapku
menjelaskan.
Alisnya meninggi sebelah menyiratkan
sejuta tanda tanya. Ia lantas tersenyum dengan tatapan mata mengandung sejuta
arti menatapku.
“Mari ikut aku, dan kau pun akan
mengerti”
Aku tak mengerti. Motor kak Rama
terus melaju hingga keluar dari kota Jakarta.