Hal pertama yang mungkin akan dilakukan oleh
sesorang jika mengalami pergantian tahun Masehi adalah membeli terompet dan kembang api serta menghabiskan malam dengan begadang menunggu bergantinya tahun dengan hura-hura. Ya! Dulu, aku termasuk dalam kategori
seseorang itu. Namun
tidak lagi untuk aku yang sekarang. Mengapa? Bukan, bukan karena nggak ada duit sih (walau sebenernya kadang itu jadi alasan *eh), Tapi, karena (Alhamdulillah) menuju kedewasaan ini aku makin banyak memahami banyak hal.
Kalau ada yang nanya, "Mau kemana tahun baru ini?" , kadang aku heran. Segitu mainstream-nya-kah tahun baru (Masehi) ini untuk dilewatkan kemana-mana. Memangnya kenapa kalau hanya berdiam diri saja di kamar dan terlelap, misal? Aku sekarang bukan sesorang yang tidak punya prinsip dan aku juga bukan seseoarang yang gampang terseret arus. Aku sekarang menjadi lebih berpikir. Untuk memutuskan melakukan sesuatu saja, aku harus menjawab dua pertanyaan.
Apa alasanmu melakukannya?
Apa alasanmu tidak melakukannya?